Analisis Risiko Pada Proses Bongkar Muat Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Fault Tree Analysis (FTA) di PT Delion Kargolindo

  • Fajar Tyas Adi
  • Julian putra
Keywords: Pelabuhan, Bongkar Muat, Analytical Hierarchy Process, Fault Tree Analysis, Delphi

Abstract

Waiting time dan dwelling time pada pelabuhan di Indonesia masih tergolong lama dan berada pada angka 4-5 hari, sedangkan pemerintah Indonesia menargetkan lamanya proses bongkar muat di pelabuhan tidak lebih dari 3 hari. Pada saat ini, statistik kecepatan bongkar muat di Indonesia masih dalam kisaran 4-5 hari. Keterlambatan ini dapat terjadi karena beberapa faktor. Kecepatan bongkar muat ini sangat lama apabila dibandingkan dengan negara maju lainnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor yang menjadi penyebab keterlambatan bongkar muat, kemudian dilakukan pembobotan untuk mengetahui faktor-faktor yang dominan dalam penyebab keterlambatan bongkar muat, dan kesimpulan dari penelitian ini adalah dapat memberikan rekomendasi solusi perbaikan dari hasil pengolahan data. Metode Delphi digunakan untuk mendapatkan konsensus dari panelis dalam menentukan indikator penyebab lamanya bongkar muat. Metode Analytical Hierarchy Process digunakan untuk pembobotan dan mengetahui penyebab yang paling prioritas. Metode lainnya yang menjadi alat untuk mencari akar-akar permasalahan dari proses bongkar muat adalah Fault Tree Analysis. Waiting time, pre-customs clearance, customs clearance, dan post-custom clearance adalah kategori faktor yang diteliti pada penelitian proses bongkar muat. Hasil dari pengolahan data menggunakan metode Analytical Hierarchy Process mendapatkan hasil bahwa, Customs Clearance menjadi tahap yang memakan waktu paling besar yakni 41 jam dengan bobot 0,533, diikuti Waiting Time dengan 36 jam dan bobot 0,303, diikuti dengan Pre-Customs Clearance dengan 23 jam dengan bobot 0,097, dan terakhir adalah Post-Custom Clearance dengan 10 jam dan bobot 0,068. Faktor “kapal harus melakukan perbaikan dahulu”, “pemilik barang lambat dalam melakukan submit PIB”, “Sistem Indonesia Single Window”, dan “pemilik barang belum melunasi perjanjian biaya operasional bongkar muat” menjadi faktor dominan pada tiap kategori faktor.

Published
2021-08-31
How to Cite
Fajar Tyas Adi, & Julian putra. (2021). Analisis Risiko Pada Proses Bongkar Muat Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Fault Tree Analysis (FTA) di PT Delion Kargolindo. JURNAL JALASENA, 3(1), 34-45. https://doi.org/10.51742/jalasena.v3i1.445
Section
AGUSTUS 2021