IDENTIFIKASI RISIKO KETERLAMBATAN REPARASI KAPAL KAYU MENGGUNAKAN METODE HOUSE OF RISK

  • Rendra Ardianto
  • Intan Baroroh
Keywords: Reparasi kapal kayu, Risiko keterlambatan reparasi, House of Risk

Abstract

Dalam proses reparasi kapal kayu pada galangan tradisional tentu memiliki risiko terjadinya keterlambatan proses reparasi. Untuk meminimalisir terjadinya keterlambatan reparasi kapal kayu, perlu di identifikasi faktor-faktor risiko pada proses reparasi kapal kayu. Lalu menganalisa dan mengevaluasi potensi risiko sesuai tingkat keparahan, tingkat probabilitas, dan tingkat korelasi antar risiko. Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk menganalisa dan mengevaluasi potensi risiko reparasi kapal kayu menggunakan model House of Risk (HOR) untuk menentukan penanganan risiko yang efektif dalam mitigasi mengurangi potensi risiko keterlambatan tertinggi. Hasil identifikasi risiko (risk event) di galangan kapal Najib Enginering didapatkan 11 risk event pada proses reparasi kapal kayu. Kemudian hasil identifikasi pemicu risiko (risk agent) di dapatkan 21 risk agent dari 11 risk event. Berdasarkan hasil dari model HOR fase I yang diolah menggunakan diagram Pareto terdapat 4 pemicu risiko yang terpilih yaitu kode risiko A5 (Material terlambat datang), A7 (Material terlambat datang), A18 (Faktor cuaca kurang mendukung), A20 (Faktor cuaca kurang mendukung) dengan peringkat 4, 3, 2, 1 dengan nilai ARP 324, 324, 300, dan 300. Namun menurut metode brainstorming terdapat 14 pemicu risiko yang terpilih untuk aksi pencegahan dan penanganan risiko (preventive action). Preventive action yang akan diterapkan adalah dengan Memasang tenda atau menggunakan terpal sebagai atap dikarenakan upaya tersebut dianggap paling mudah diterpakan dan efektif menurut metode brainstroming. Dan didapatkan 14 preventive action dari hasil diagram Pareto untuk upaya mitigasi mengurangi potensi risiko keterlambatan reparasi. Berdasarkan hasil model HOR fase II yang diolah menggunakan diagram Pareto terdapat 5 preventive action yang terpilih yaitu P10 (Dilakukan pemasangan tenda atau terpal), P11 (Dilakukan pemasangan tenda atau terpal), P12 (Dilakukan pemasangan tenda atau terpal), P13 (Dilakukan pemasangan tenda atau terpal), P14 (Dilakukan pemasangan tenda atau terpal) yang mempunyai nilai ETD dengan peringkat 5, 4, 3, 2, 1 dengan nilai ETD yang sama besar yaitu 3600.

Published
2022-08-26
How to Cite
Rendra Ardianto, & Intan Baroroh. (2022). IDENTIFIKASI RISIKO KETERLAMBATAN REPARASI KAPAL KAYU MENGGUNAKAN METODE HOUSE OF RISK. JURNAL JALASENA, 4(1), 60-69. https://doi.org/10.51742/jalasena.v4i1.666
Section
AGUSTUS 2022