JURNAL JALASENA https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena <p style="text-align: justify;">Kata<strong> JALASENA</strong> diinspirasi dari Bahasa Sansekerta yaitu kata Jala berarti air laut; Sena berarti penguasa. Jurnal <strong>JALASENA</strong> ini dimaknai sebagai upaya menjadikan teknik perkapalan sebagai program studi yang merajai publikasi penelitian di bidang Teknik Perkapalan di wilayah Barat Indonesia. Jurnal <strong>JALASENA</strong> melingkupi penelitian di bidang desain, konstruksi, sistem (permesinan), hidrodinamika, material kelautan, dan manajemen galangan kapal. Dengan adanya penelitian yang dipublikasikan di jurnal ini berarti turut serta membantu Pendidikan di bidang Teknik perkapalan dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan di bidang Teknik Perkapalan.</p> <p><img src="/public/site/images/zakwan/COVER_Jalasena_fix_copy.png"></p> Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Karimun en-US JURNAL JALASENA 2686-6544 METODE KOMPREHENSIF PEMASANGAN CABLE LADDER PADA RUANG AKOMODASI PROJECT DRILLSHIP “DEEP WATER TITAN” DI PT. KARIMUN SEMBAWANG SHIPYARD https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/96 <p>Peralatan penunjang sistem kelistrikan seperti cable ladder merupakan peralatan yang biasanya digunakan untuk mengikat dan menunjang instalasi pengkabelan seperti kabel listrik, kabel data, kabel telepon dan pengkabelan lainnya. Kabel ladder adalah perlengkapan yang digunakan untuk jalur pemasangan kabel listrik agar aman dan terlihat lebih rapi. Kabel ladder merupakan sebuah sistem managemen saluran kabel untuk mendukung konstruksi instalasi kabel listrik berisolasi yang digunakan untuk distribusi listrik dan distribusi komunikasi. Instalasi pada kabel ini sangat penting karena menentukan level ketinggian pemasangan kabel. Instalasi pada kabel ini membuat dan mempermudah pengaturan ketinggian, penahan dan support lainnya pada pemasangan kabel. Instalasi kabel ladder akan mempengaruhi terhadap jumlah kabel atau arus yang melewatinya.</p> Abdul Qayyum Redha Fajar Tyas Adi Copyright (c) 2020 JURNAL JALASENA https://scholar.google.co.id/citations?user=CKYMU8AAAAAJ&hl=id 2020-04-29 2020-04-29 1 2 57 65 ANALISA DESKRIPTIF TENTANG SISTEM TENDER PENGADAAN KAPAL LPSE (E-KATALOG) DENGAN SISTEM KONVENSIONAL BERDASARKAN LEGAL FORMAL DI INDONESIA https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/97 <p>Tender adalah kegiatan yang dilakukan untuk menjaring pemberi jasa konstruksi dengan tujuan untuk mendapatkan jasa konstruksi yang terbaik dalam melakukan pelaksanaan pembangunan proyek konstruksi. Selama ini pengadaan barang/jasa dilakukan dengan langsung mempertemukan pihak-pihak yang terkait proyek yang akan dilaksanakan namun seiring berkembangnya penggunaan teknologi informasi dalam pengadaan barang/jasa ini membangun suatu sistem antara masyarakat dengan pemerintahan yang dikenal dengan sebutan e-procurement. Penelitian ini membahas mengenai analisa deskriptif antara sistem tender konvensional dan e-procurement khususnya dibidang tender perkapalan. Hasilnya adalah sistem konvensional lebih tepat untuk diterapkan pada pengadaan barang yang memiliki sistem rumit seperti tender kapal baru sedangkan untuk produk yang sistemnya lebih simple dan memiliki spesifikasi yang jelas bisa menggunakan e-procurement. Masing-masing sistem memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung dari penerapan dan jenis produk.</p> Zakwan Hilmy Copyright (c) 2020 JURNAL JALASENA https://scholar.google.co.id/citations?user=CKYMU8AAAAAJ&hl=id 2020-04-29 2020-04-29 1 2 66 76 OPTIMASI HAMBATAN KAPAL TERHADAP SUDUT KEMIRINGAN BOW KAPAL PATROLI 75 M https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/98 <p>Aplikasi dari kapal jenis <em>fast monohull </em>dalam bentuk kapal patroli, <em>coastguard, </em>dan kapal perang semakin meningkat dalam beberapa dekade belakangan ini. Kapal <em>fast monohull</em> memiliki desain yang dirancang sedemikian rupa untuk mencapai kecepatan yang diinginkan. Dalam pembuatan sebuah kapal selalu memperhatikan parameter- parameter desain desain yang direncanakan juga pertimbangan sisi ekenomis. Dalam hal bentuk lambung, kapal <em>fast&nbsp; monohull </em>sudah berkembang dengan memiliki berbagai macam konfigurasi. Salah satu konvigurasi bentuk lambung yang cukup populer belakangan ini adalah bentuk ‘<em>Axe Bow</em>’ yang di desain oleh <em>Delft University of Technology</em> (TU Delft) dan <em>Maritime Research Institute Netherlands</em> (MARIN). Keunikan dari konvigurasi lambung ini adalah bentuk <em>bow </em>(haluan)-nya yang tegak lurus kedepan menyerupai kapak yang diklaim memiliki performa hidrodinamis yang baik. Pada penelitian ini dilakukan analisa hambatan terhadap bentuk lambung kapal patroli dengan konvigurasi perubahan sudut lambung yang mendekati tegak lurus hingga tegak lurus. Dan mendapatkan hasil bahwa sudut kemiringan 90’ pada bow memberikan aspek hidrodinamis yang paling baik diantara variasi lainnya dengan hambatan total (Rt) senilai 474.8 kN dengan metode <em>Holtrop</em>, 604.8 kN dengan metode <em>Compton</em> dan 633.4 kN dengan metode <em>Fung</em>.</p> Bagus Gelis Pratama Putra Aries Sulisetyono Copyright (c) 2020 JURNAL JALASENA https://scholar.google.co.id/citations?user=CKYMU8AAAAAJ&hl=id 2020-04-29 2020-04-29 1 2 77 84 MENINGKATKAN EFISIENSI PRODUKSI DAN PEMASANGAN PIPA BERBAHAN CPVC DI PT. KARIMUN SEMBAWANG SHIPYARD https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/99 <p>Karimun Sembawang Shipyard merupakan perusahaan multinasional yang bergerak dibidang jasa perbaikan kapal <em>(ship </em><em>repair</em>) dan bangunan baru (<em>ship new building</em>). Untuk efektivitas produksi perusahaan dan mencapai target yang telah disepakati oleh pihak pemilik kapal (<em>owner</em>) dan pihak penyedia jasa pembuatan kapal diperlukan perencanaan teknis produksi yang tepat. Sistem perpipaan merupakan salahsatu komponen pendukung operasional pada kapal yang sangat penting, pada proses produksinya dengan material yang terbatas metode fabrikasi dan pemasangan pipa CPVC berdasarkan pembagian per paket sistem (<em>test</em> <em>package</em>) harus lebih diprioritaskan agar dapat mencapai efisiensi pekerjaan dalam waktu yang lebih singkat dan mempermudah proses <em>line</em> <em>check</em> dibandingkan dengan teknis produksi berdasarkan semua sistem karena membutuhkan waktu produksi yang lebih lama.</p> Muhammad Septyan Herido Trisno Susilo Copyright (c) 2020 JURNAL JALASENA https://scholar.google.co.id/citations?user=CKYMU8AAAAAJ&hl=id 2020-04-29 2020-04-29 1 2 85 91 EFEK PENAMBAHAN ANTI-SLOSHING PADA TANGKI KOTAK BERMUATAN LNG AKIBAT GERAKAN ROLLING KAPAL https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/100 <p><em>Sloshing</em> dapat diartikan sebagai gerakan bebas dari fluida cair di dalam sebuah wadah. Masalah <em>sloshing</em> menjadi fenomena penting dalam sebuah analisis gerakan fluida, karena dapat menyebabkan kerusakan pada struktur dalam tangki. Penelitian ini menjelaskan pengaruh adanya penambahan <em>anti</em>-<em>sloshing</em> terhadap besarnya <em>pressure</em> pada tangki kotak bermuatan LNG akibat pengaruh gerakan <em>rolling</em> yang terjadi pada kapal. Pemodelan tangki dilakukan dengan menyederhanakan tangki LNG berjenis <em>membrane</em> GT NO.96 menjadi tangki kotak (<em>rectangular</em> <em>tank</em>) dengan ukuran panjang (B) 39.36 m dan tinggi (H) 27.89 m menggunakan <em>software</em> permodelan <em>mesh</em>. Terdapat beberapa variasi yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu, variasi pengisian muatan tangki dengan ketinggian 20%, 40%, 50%, dan 80% dari tinggi tangki, variasi penambahan <em>anti</em>-<em>sloshing</em> vertikal, variasi dimensi <em>anti</em>-<em>sloshing</em> horizontal dengan variasi perbandingan panjang <em>anti</em>-<em>sloshing</em> (W) dan panjang tangki (B), rasio W/B adalah 0.2 dan 0.3, variasi dimensi <em>anti</em>-<em>sloshing</em> horizontal dengan variasi jarak plat <em>anti</em>-<em>sloshing</em> terhadap bagian atas tangki (h) dan tinggi tangki (H), rasio h/H adalah 0.4 dan 0.5, variasi dimensi <em>anti</em>-<em>sloshing</em> dengan variasi sudut plat <em>anti</em>-<em>sloshing</em> (θ) terhadap arah horizontal adalah 0<sup>o</sup>, 5<sup>o</sup>, dan 10<sup>o</sup>, serta variasi gerakan tangki dengan periode (T) 17 s, 18 s, 20 s, 21 s, dan 25 s. Proses simulasi dilakukan dengan metode <em>Computational</em> <em>Fluid</em> <em>Dynamic</em> (CFD) menggunakan bantuan <em>software</em>. Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa penambahan plat <em>anti</em>-<em>sloshing</em> horizontal tidak lebih efektif untuk mengurangi besarnya <em>pressure</em> yang terjadi di dalam tangki apabila dibandingkan dengan penambahan plat <em>anti</em>-<em>sloshing</em> vertikal.</p> Satrio Agi Nugraha Murdjito Copyright (c) 2020 JURNAL JALASENA https://scholar.google.co.id/citations?user=CKYMU8AAAAAJ&hl=id 2020-04-29 2020-04-29 1 2 92 98 ANALISIS SPILL OIL TERHADAP VOLUME DAN NILAI PRODUKSI PERIKANAN DI LAUT PROVINSI KEPULAUAN RIAU TAHUN 2018 https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/102 <p>Laut memilki sumber daya dengan nilai ekonomis yang tinggi, akan tetapi tidak lepas dari berbagai permasalahan. <em>Spill oil </em>ialah satu dari sekian permasalahan yang disebabkan oleh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis <em>spill oil </em>terhadap volume dan nilai produksi perikanan di laut Kepulauan Riau dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun hasil penelitian menunjukkan jumlah volume dan nilai produksi perikananan di laut Kepri masih tergolong rendah, jika ditambah permasalahan laut, seperti <em>spill oil </em>maka akan memperburuk tidak hanya hasil ekosistem laut, namun juga rantai perekonomian lainnya.</p> Diky Budiman Nia Fitria Copyright (c) 2020 JURNAL JALASENA https://scholar.google.co.id/citations?user=CKYMU8AAAAAJ&hl=id 2020-04-29 2020-04-29 1 2 99 107 MENENTUKAN DESIGN KONSTRUKSI LANDING PONTON YANG TEPAT DI PELABUHAN SRI TANJUNG GELAM KARIMUN https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/106 <p>Permasalahan yang di hadapi di pelabuhan Sri Tanjung Gelam terdapat di dermaga ponton, yaitu <em>free board</em> ponton yang tingginya mencapai ± 1400mm sedangkan rata-rata free board kapal <em>fer</em><em>ry</em><em> speed</em><em>boa</em><em>t </em>yang berlabuh disana antara ± 800mm sampai 1000mm. Hal ini mengakibatkan penumpang yang seharusnya turun dari kapal menjadi naik dari kapal, dan harus di tarik dari kapal ke atas ponton. Jumlah kapal yang berlabuh di ponton Sri Tanjung Gelam sebanyak 24 kapal setiap harinya. Dari data yang di kumpul penulis free board kapal yang ada berkisar antara 800mm sampai 1000mm, maka penulis melakukan desain ulang dan menetukan rata-rata free board kapal tersebut sebesar 900mm. Ponton ini secara perhitungan dan design menghasilkan free board yang tepat seperti yang direncanakan yaitu tinggi 1400mm, draft/ saratnya 500mm, dan free board 900mm. Ketinggian ponton yang ada saat ini 2000mm dengan Sarat 600mm Free board nya 1400mm. Kesalahan pada perencanaan sebuah ponton akan menimbulkan dampak yang serius terhadap keselamatan pengunaannya. Dari data perbandingan ukuran ponton baru dan ponton lama di atas bisa didapatkan penghematan pemakian material dari ponton lama.&nbsp; Pentingnya perhitungan <em>draf </em>atau <em>free board </em>ponton yang tepat akan memberikan keuntungan baik dari segi keselamatan pengguna maupun pembiayaan pembangunannya.</p> Pater Sihombing Fajar Tyas Adi Copyright (c) 2020 JURNAL JALASENA https://scholar.google.co.id/citations?user=CKYMU8AAAAAJ&hl=id 2020-05-04 2020-05-04 1 2 108 118