JURNAL JALASENA https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena <p style="text-align: justify;">Kata<strong> JALASENA</strong> diinspirasi dari Bahasa Sansekerta yaitu kata Jala berarti air laut; Sena berarti penguasa. Jurnal <strong>JALASENA</strong> ini dimaknai sebagai upaya menjadikan teknik perkapalan sebagai program studi yang merajai publikasi penelitian di bidang Teknik Perkapalan di wilayah Barat Indonesia. Jurnal <strong>JALASENA</strong> melingkupi penelitian di bidang desain, konstruksi, sistem (permesinan), hidrodinamika, material kelautan, dan manajemen galangan kapal. Dengan adanya penelitian yang dipublikasikan di jurnal ini berarti turut serta membantu Pendidikan di bidang Teknik perkapalan dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan di bidang Teknik Perkapalan.</p> <p><img src="/public/site/images/zakwan/COVER_Jalasena_fix_copy.png"></p> Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Karimun en-US JURNAL JALASENA 2686-6544 Analisa efek thermal pengelasan FCAW terhadap Deformasi Dengan Variasi Posisi Pengelasan dan Ketebalan Plate Pada Pelat EH 36 Untuk Stool Support https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/364 <p>Penelitian ini meliputii analisa efek thermal yang menganalisa pengaruh panas yang terjadi pada saat proses pengelasan FCAW pada pelat baja EH 36 yang mengakibatkan deformasi. Deformasi adala perubahan stuktur baja yang di sebabkan poses pemanasan,peleburan lokal dan pendinginan terhadap material plat baja sehingga terjadi penyusutan dan pemuaian pada material baja. Penelitian ini di lakukan dengn metode kuantitatif dengan menganalisa data yang menghasilkan efek thermal akibat pengelasan FCAW pada pelat EH 36 stool support. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui seberapa besar deformasi yang terjadi pada pengelasan FCAW dengan variasi posisi pengelasan dan ketebalan plate.hasil dari penelitian ini&nbsp; didapatkan bahwa pada&nbsp; peroses fit up&nbsp; sambungan but joint posisi pengelasan 3G rata rata deformasi yang terjadi sebesar 5 mm, setelah proses pengelasan but joint posisi pengelasan 3G didapatkan hasil deformasi rata rata sebesar 8,25mm. Pada&nbsp; peroses fit up sambungan filet posisi pengelasan 2G deformasi yang terjadi sebesar 2 mm. setelah proses pengelasan deformasi yang terjadi sebesar 2 mm</p> <p><em>This Research covered a thermal effect analysis that analyzes the effect of heat that occurs during the FCAW welding process on EH 36 steel plate which causes deformation. Deformation is a change in the steel structure which is caused by the process of heating, local melting and cooling of the steel plate material so that there is shrinkage and expansion of the steel material. This research was conducted with a quantitative method by analyzing the data that produces a thermal effect due to FCAW welding on the EH 36 stool support plate. The purpose of this study is to determine how much deformation occurs in FCAW welding with variations in welding position and plate thickness. The results of this study show that in the fit-up process of the joint butt joint, the 3G welding position average deformation is 5 mm, after processing. But joint welding with 3G welding positions obtained an average deformation of 8.25mm. In the fit-up process of the filet joint, the welding position was 2G, the deformation was 2 mm. after the welding process the deformation that occurs is 2 mm</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> Trisno Susilo Larifa’I Andrew Pradana Copyright (c) 2021 JURNAL JALASENA https://scholar.google.co.id/citations?user=CKYMU8AAAAAJ&hl=id 2021-08-31 2021-08-31 3 1 1 7 10.51742/jalasena.v3i1.364 EFISIENSI PROYEK PEMBANGUNAN BLOK QCS DENGAN INTEGRASI METODE CPM DAN EVA (STUDI KASUS PT. KARIMUN SEMBAWANG SHIPYARD) https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/432 <p><em>New shipbuilding projects are required to work quickly according to schedule. For this reason, it is necessary to have a planning and scheduling for shipbuilding so that it is received by the shipowner on time. It is inevitable that in every implementation practice there are various possibilities that can cause delays, such as delays in implementation, design changes, weather effects, delays in material supply, construction failures, and planning errors. This study aims to analyze the scheduling of ship x project and analyze the causes of delays in QCS block project at the PT. Karimun Sembawang Shipyard. Scheduling is made using the Critical Path Method (CPM) and Network Planning will describe the entire list of activities needed to complete the project, the time or duration required for each activity. From the results of the analysis, it was found that the 29-day C scheduling model with a shorter duration. Earned Value Analysis (EVA) helps estimate the cost of a project, the planning process of all activities that must be completed in the project will be easier. The results of the analysis in scheduling C, JO costs are Rp. 10,717,500, material is Rp. 622,012,162, and Overhead is Rp. 189,820,698 with a decrease in costs of 0.088%.</em></p> <p>Pada proyek pembangunan kapal baru dituntut untuk bekerja cepat sesuai dengan jadwal Untuk itu, perlu adanya suatu perencanaan dan penjadwalan untuk pembangunan kapal supaya diterima dengan pemilik kapal tepat waktu. Tak bisa terelakkan bahwa pada setiap praktik pelaksanaan terdapat berbagai kemungkinan yang dapat menyebabkan keterlambatan, misalnya keterlambatan pelaksanaan, perubahan desain, pengaruh cuaca, keterlambatan suplai material, kegagalan konstruksi, dan kesalahan perencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penjadwalan proyek kapal x dan menganalisa penyebab keterlambatan proyek blok QCS pada galangan PT.Karimun Sembawang Shipyard. Dibuatkan penjadwalan menggunakan <em>Critical Path Method </em>(CPM) dan <em>Network Planning </em>akan dijabarkan seluruh daftar kegiatan yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek, waktu atau durasi yang dibutuhkan dari setiap kegiatan. Dari hasil analisa didapatkan model penjadwalan C 29 hari dengan durasi lebih cepat. <em>Earned Value Analysis </em>(EVA) membantu memperkirakan biaya dari sebuah proyek proses perencanaan seluruh kegiatan yang harus diselesaikan dalam proyek akan lebih mudah. Didapatkan hasil analisa dipenjadwalan C biaya JO sebesar Rp 10.717.500, material Rp 622.012.162, dan Overhead Rp 189.820.698 dengan biaya yang turun sebesar 0,088%</p> Muhammad Heldyan Ilham Intan Baroroh Copyright (c) 2021 JURNAL JALASENA https://scholar.google.co.id/citations?user=CKYMU8AAAAAJ&hl=id 2021-08-31 2021-08-31 3 1 8 17 10.51742/jalasena.v3i1.432 MANAJEMEN STRATEGI TRANSPORTASI LAUT DI TENGAH MASA PANDEMI MANAGEMENT STRATEGY OF MARINE TRANSPORTATION IN THE MIDDLE OF THE PANDEMIC https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/433 <p><strong>MANAJEMEN STRATEGI TRANSPORTASI LAUT DI TENGAH MASA PANDEMI</strong></p> <p><strong>MANAGEMENT STRATEGY OF MARINE TRANSPORTATION IN THE MIDDLE OF THE PANDEMIC</strong></p> <p>Di tengah masa pandemi covid 19, berdampak pada sektor transportasi laut yang mengalami kenaikan jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri selama Januari hingga Maret 2020 mencapai 6,1 juta orang atau naik 20,05% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Adapun jumlah barang yang diangkut selama Januari–Juni 2020 mencapai 143,9 juta ton atau naik 0,65% dibanding periode yang sama tahun 2019. Metodologi yang digunakan yaitu teknik pengumpulan data sekunder melalui studi pustaka, literatur. Analisis menggunakan analisis kebijakan dan analisis deskriptif. Hasil penelitian yaitu semakin meningkatnya animo masyarakat yang menggunakan transportasi di tengah pandemi melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat, kinerja pelayanan transportasi laut seperti on time performance di atas 95%.</p> <p><em>In the midst of the pandemic covid 19, the impact on the marine transport sector which is experiencing a rise in the number of passenger sea transport in the country during the January to March 2020 reached 6.1 million people, up 20,05% compared to the same period in 2019. As for the amount of goods transported during January–June 2020 achieve 143,9 million tons, up 0.65% compared to the same period in 2019.</em> <em>The methodology used is secondary data collection techniques through the study of literature, the literature. The analysis of the use of policy analysis and descriptive analysis. The results of the research, namely the increasing interest of the public transportation in the middle of a pandemic through the implementation of the protocol strict health, performance services sea transport such as on-time performance above 95%.</em></p> Budi Sitorus Christina Natalia Sitorus Copyright (c) 2021 JURNAL JALASENA https://scholar.google.co.id/citations?user=CKYMU8AAAAAJ&hl=id 2021-08-31 2021-08-31 3 1 18 25 10.51742/jalasena.v3i1.433 ANALISIS KELAYAKAN SARANA DAN PRASARANA KM.KELUD DALAM MENGHADAPI TATANAN BARU PANDEMI COVID-19 https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/444 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kelayakan Sarana dan Prasarana KM. KELUD Dalam menghadapi Tatanan Baru Pandemi COVID-19. Penlitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh berasal dari observasi langsung ke lapangan serta wawancara. Wawancara dilakukan dengan melibatkan 20 orang responden yang diantaranya penumpang serta kru kapal. Berdasarkan analisis data yang telah diperoleh, kondisi sarana dan prasarana KM.KELUD dalam menghadapi tatanan baru pandemi COVID-19 bisa dikategorikan layak, yang mana kondisi sarana dan prasarana KM.KELUD dalam kondisi bagus serta sesuai dengan protokol&nbsp; kesehatan yang telah tertera pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia NO PM 18 Tahun 2020 Tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) serta SE KASATGAS No. 17 TAHUN 2021 TTG KETENTUAN PERJALANAN ORANG DALAM NEGERI PADA MASA PANDEMIK COVID-19</p> Widi Suyudi Ashari Zicho Pangerstu Hafizillah Diki Budiman Copyright (c) 2021 JURNAL JALASENA https://scholar.google.co.id/citations?user=CKYMU8AAAAAJ&hl=id 2021-08-31 2021-08-31 3 1 26 33 10.51742/jalasena.v3i1.444 Analisis Risiko Pada Proses Bongkar Muat Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Fault Tree Analysis (FTA) di PT Delion Kargolindo https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/445 <p>Waiting time dan dwelling time pada pelabuhan di Indonesia masih tergolong lama dan berada pada angka 4-5 hari, sedangkan pemerintah Indonesia menargetkan lamanya proses bongkar muat di pelabuhan tidak lebih dari 3 hari. Pada saat ini, statistik kecepatan bongkar muat di Indonesia masih dalam kisaran 4-5 hari. Keterlambatan ini dapat terjadi karena beberapa faktor. Kecepatan bongkar muat ini sangat lama apabila dibandingkan dengan negara maju lainnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor yang menjadi penyebab keterlambatan bongkar muat, kemudian dilakukan pembobotan untuk mengetahui faktor-faktor yang dominan dalam penyebab keterlambatan bongkar muat, dan kesimpulan dari penelitian ini adalah dapat memberikan rekomendasi solusi perbaikan dari hasil pengolahan data. Metode Delphi digunakan untuk mendapatkan konsensus dari panelis dalam menentukan indikator penyebab lamanya bongkar muat. Metode Analytical Hierarchy Process digunakan untuk pembobotan dan mengetahui penyebab yang paling prioritas. Metode lainnya yang menjadi alat untuk mencari akar-akar permasalahan dari proses bongkar muat adalah Fault Tree Analysis. Waiting time, pre-customs clearance, customs clearance, dan post-custom clearance adalah kategori faktor yang diteliti pada penelitian proses bongkar muat. Hasil dari pengolahan data menggunakan metode Analytical Hierarchy Process mendapatkan hasil bahwa, Customs Clearance menjadi tahap yang memakan waktu paling besar yakni 41 jam dengan bobot 0,533, diikuti Waiting Time dengan 36 jam dan bobot 0,303, diikuti dengan Pre-Customs Clearance dengan 23 jam dengan bobot 0,097, dan terakhir adalah Post-Custom Clearance dengan 10 jam dan bobot 0,068. Faktor “kapal harus melakukan perbaikan dahulu”, “pemilik barang lambat dalam melakukan submit PIB”, “Sistem Indonesia Single Window”, dan “pemilik barang belum melunasi perjanjian biaya operasional bongkar muat” menjadi faktor dominan pada tiap kategori faktor.</p> Fajar Tyas Adi Julian putra Copyright (c) 2021 JURNAL JALASENA https://scholar.google.co.id/citations?user=CKYMU8AAAAAJ&hl=id 2021-08-31 2021-08-31 3 1 34 45 10.51742/jalasena.v3i1.445 STUDI PERANCANGAN GALANGAN KAPAL UNTUK PEMBANGUNAN KAPAL BARU DAN PERBAIKAN DI AREA PT. BATAMEC SHIPYARD https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/446 <p>Industri galangan di Indonesia saat ini menjadi prioritas utama pemerintah berkaitan dengan program poros maritim yang sedang dijalankan. Berkaitan dengan hal tersebut pembangunan galangan yang sesuai serta efisien dan efektif menjadi tantangan dari para pelaku industri maritim. Untuk memenuhi tantangan tersebut penulis memilih area pelabuhan kota Batam sebagai objek penelitian untuk mengetahui perencanaan galangan yang sesuai serta memiliki kapasitas produksi yang efektif dan efisien. Dengan menggunakan metode algoritma CRAFT yang berdasar pada penentuan jarak antar departemen sebagai metode solusi didapatkan total jarak material handling yang terkecil. Berdasarkan perhitungan tersebut didapatkan perencanaan galangan dengan total luas area 27000 m², meliputi area produksi bangunan baru dan reparasi 15.850 m², area fasilitas umum 11.150 m². Jenis galangan yang di rencanakan adalah galangan pembuatan kapal baru dan reparasi untuk kapal baja dengan pola aliran produksi tipe U. Total kapasitas produksi galangan yang direncanakan adalah 8360 ton per tahun dengan rincian produksi kapal baru 3360 ton per tahun dan reparasi 5000 ton per tahun. Nilai efisiensi kapasitas produksi sebesar 93,04% dengan jarak total material handling bangunan baru 47.768 m dan reparasi 17.690 m. DLHL rasio untuk produksi bangunan baru sebesar 4,219% dan reparasi sebesar 5,833%. Sedangkan nilai utilisasi lokasi untuk area produksi pada layout yang direncanakan sebesar 58,70%.</p> Muhammad Zaki Prawira Teguh Syanjaya Copyright (c) 2021 JURNAL JALASENA https://scholar.google.co.id/citations?user=CKYMU8AAAAAJ&hl=id 2021-08-31 2021-08-31 3 1 46 56 10.51742/jalasena.v3i1.446 ANALISA KESELAMATAN KAPAL FERRY RO-RO DITINJAU DARI DAMAGE STABILITY PROBABILISTIK https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/447 <p>Sebagai salah satu moda transportasi yang paling berhasil di dunia kapal, feri ro-ro menunjukkan perkembangan yang sangat pesat, karena moda transportasi ini sangatlah efisien dan efektif. Setiap kapal dapat mengalami kerusakan pada lambung yang disebabkan beberapa fakor antara lain tabrakan, kandas atau terjadi ledakan. Demikian pula kapal feri ro-ro yang sangat rentan terhadap terjadinya kebocoran. Kondisi stabilitas kapal saat terjadi kebocoran pada satu atau beberapa kompartemen disebut damage stability. Untuk mengetahui stabilitas bocor dan peluang kapal tenggelam, analisa dilakukan melalui perhitungan damage stability dengan metode pendekatan probabilistik dengan parameter aturan mengenai konsep probabilitas sesuai ketentuan SOLAS (Safety of Life at Sea) 2009 Chapter II-1 tentang perhitungan indek subdivisi R(required subdivision index) dan A (attained subdivison index)yang mana nilai indeks A harus lebih besar atau sama dengan nilai indeksR (A≥R). Nilai indeks R dipengaruhi oleh jumlah penumpang kapal, sedangkan nilai indeks A dipengaruhi oleh faktor pi dan si.Aturan ini diaplikasikan untuk kapal feri ro-ro berukuran 500,600 dan 750 GT yang umum digunakan pada penyebrangan pulau-pulau di Indonesia. Hasil perhitungan pada ketiga kapal yaitu, kapal pertama dengan panjang 40,15 m (500GT) menghasilkan indek R sebesar 0,693865 dan indek A sebesar 0,968. Kapal kedua dengan panjang 48,70 m (600GT) menghasilkan indek R sebesar 0,695886dan indek A sebesar 0,960. Kapal ketiga dengan panjang 48,82 m (750GT) menghasilkan indek R sebesar 0,694448 dan indek A sebesar 0,816. Maka, dari hasil tersebut disimpulkan bahwa nilai damage stability masing-masing kapal telah memenuhi aturan SOLAS Consolidated Edition 2009 Chapter II-I part B-1 tentang subdivision and damage stability.</p> Andrew Pradana Putra Adi Darmawan Copyright (c) 2021 JURNAL JALASENA https://scholar.google.co.id/citations?user=CKYMU8AAAAAJ&hl=id 2021-08-31 2021-08-31 3 1 57 64 10.51742/jalasena.v3i1.447 KAJIAN EKSPERIMEN PENGGUNAAN MEDIA PENDINGIN IKAN BERUPA ES BASAH DAN ICE PACK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PERFORMANCE TEMPAT PENYIMPANAN IKAN HASIL TANGKAPAN NELAYAN https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/448 <p>Hasil tangkapan ikan membutuhkan penanganan khusus untuk menjaga ikan tetap segar, Penanganan hasil tangkapan ikan menggunakan kapal ikan tradisional biasanya menggunakan media pendingin dengan es basah, selain itu terdapat salah satu yang dapat dijadikan alternatif media pendingin menggunakan es basah yaitu Ice Pack karena dapat digunakan berulang kali dengan didinginkan terlebih dahulu menggunakan freezer, namun ice pack masih belum banyak digunakan di bidang perikanan, untuk mengetahui apakah Ice Pack layak dijadikan alternatif media pendingin selain es basah maka perlu dilakukan percobaan untuk mengetahui performance media pendingin ikan yang paling baik dalam mempertahankan sistem pendinginan berada pada suhu ≤ 0°C dan Mengetahui biaya operasional yang lebih optimal untuk media pendingin ikan antara Es Basah dan Ice Pack. Ice Pack merupakan media pendingin yang berada pada suatu wadah solid maupun fleksibel dan dapat digunakan berulang kali dengan bahan penyusun yang bervariasi dengan tujuan menurunkan titik beku pada campuran bahan Ice Pack. Percobaan dilakukan dalam dua tahap yaitu dengan beban udara, lalu dilanjutkan dengan beban panas ikan untuk masing masing media pendingin pada box styrofoam yang berbeda. Dari hasil percobaan ini,didapatkan penurunan titik beku ice pack sebesar maksimal -12,3°C menggunakan freezer rumah tangga dengan perbandingan 1:5 alkohol dan air, dan terbukti Ice Pack mampu menjaga suhu badan Ikan berada pada suhu -1,3°C , dibandingkan Es Basah yang sudah berada pada suhu 5,4°C pada jam ke-6, serta biaya operasional menggunakan Ice Pack hanya membutuhkan 53.71% dari biaya operasional saat menggunakan es basah selama 5 tahun.</p> Alyuan Dasira Fariansyah Copyright (c) 2021 JURNAL JALASENA https://scholar.google.co.id/citations?user=CKYMU8AAAAAJ&hl=id 2021-08-31 2021-08-31 3 1 65 73 10.51742/jalasena.v3i1.448