JURNAL JALASENA https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena <p style="text-align: justify;">Kata<strong> JALASENA</strong> diinspirasi dari Bahasa Sansekerta yaitu kata Jala berarti air laut; Sena berarti penguasa. Jurnal <strong>JALASENA</strong> ini dimaknai sebagai upaya menjadikan teknik perkapalan sebagai program studi yang merajai publikasi penelitian di bidang Teknik Perkapalan di wilayah Barat Indonesia. Jurnal <strong>JALASENA</strong> melingkupi penelitian di bidang desain, konstruksi, sistem (permesinan), hidrodinamika, material kelautan, dan manajemen galangan kapal. Dengan adanya penelitian yang dipublikasikan di jurnal ini berarti turut serta membantu Pendidikan di bidang Teknik perkapalan dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan di bidang Teknik Perkapalan.</p> <p><img src="/public/site/images/zakwan/COVER_Jalasena_fix_copy.png"></p> en-US jurnaljalasena.uk@gmail.com (Zalmi Dzirrusydi, S. Sos. I., M.M) frangkyka@gmail.com (Frangky Silitonga) Mon, 28 Feb 2022 12:30:45 +0000 OJS 3.1.2.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 STUDI ESTIMASI BIAYA PEMOTONGAN PELAT SECARA MANUAL BERDASARKAN WAKTU PROSES DAN KONSUMSI GAS POTONG PADA GALANGAN KAPAL https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/533 <p><em>One of the dominant activities in the production process in shipyards is plate cutting. So that in this process, the cost of the cutting process will also have a large enough share. In the shipyard, manual cutting is still often encountered because the position and location of the plate cutting varies, although technologically there are automatic cutting machines which tend to be tied to the cutting location. In the Oxy-Lpg plate cutting study that has been carried out, the regression results are obtained, with the time equation Y = 33.826X – 0.9026, the Lpg consumption equation Y= 0.057 + 0.017X and the Oxygen consumption equation Y= -0.415 + 0.127X. based on the existing equation, the cost analysis of the cutting process obtained the cost of cutting the 6 mm plate IDR. 13,400 rupiah, the 8 mm plate IDR. 20,000 rupiah, 10 mm plate IDR 26,700 rupiah, 12 mm plate IDR 33,325 rupiah and 14 mm plate IDR 40,000 rupiah with a cutting length 100 cm</em></p> Bagus Kusuma Aditya, Tri Agung Kristiyono Copyright (c) 2022 JURNAL JALASENA https://scholar.google.co.id/citations?user=CKYMU8AAAAAJ&hl=id https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/533 Mon, 28 Feb 2022 11:51:11 +0000 ANALISIS KETERKAITAN TRANSPORTASI LAUT DENGAN PELABUHAN KARGO TELUK DALAM UNTUK MENUNJANG KEGIATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT PENYALAI KECAMATAN KUALA KAMPAR PROVINSI RIAU https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/544 <p>Penelitian ini berawal dari masyarakat yang melakukan kegiatan perekonomian di sekitaran pelabuhan bongkar muat Teluk Dalam yang membutuhkan sarana transportasi dan sarana pelabuhan beserta fasilitas yang bisa mendukung kelancaran dan keamanan masyarakat yang berperan sebagai salah satu pelaku yang melakukan kegiatan perekonomian sehari-hari untuk kelangsungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan yang harus dilakukan pemerintah dalam menunjang kegiatan perekonomian masyarakat, mengetahui armada transportasi yang sesuai dan layak untuk dipergunakan masyarakat dan untuk mengetahui fasilitas bongkar muat yang bisa menunjang kegiatan perekonomian masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di pelabuhan Penyalai Kecamatan Kuala Kampar. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, setelah itu data akan dianalisis menggunakan analisis induktif dan diuji keabsahannya menggunakan triangulasi. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan kesimpulan sebagai berikut : 1) Peranan yang harus dilakukan pemerintah dalam menunjang kegiatan perekonomian masyarakat di kawasan pelabuhan kargo Teluk Dalam Penyalai Kecamatan Kuala Kampar yaitu membangun atau memperbaiki kembali konstruksi bangunan pelabuhan dan menambahkan fasilitas-fasilitas pelabuhan yang bisa mendukung kegiatan perekonomian atau kegiatan bongkar muat di pelabuhan tersebut. 2) Armada transportasi laut yang dibutuhkan masyarakat saat ini yaitu armada transportasi laut yang layak untuk dipergunakan sebagai sarana prasarana pendukung dalam kegiatan perekonomian masyarakat, yang memiliki konstruksi bangunan yang lebih tahan lama atau kokoh dan memiliki daya tampung yang lebih besar. 3) Untuk saat ini masyarakat membutuhkan fasilitas bongkar muat yang perlu ditambahkan ke kapal atau pelabuhan agar dapat menunjang kegiatan perekonomian masyarakat seperti crane kapal atau crane pelabuhan.</p> Andrew Pradana Putra, Mey Krisselni Sitompul, Tri Mardalena, Romadani Copyright (c) 2022 JURNAL JALASENA https://scholar.google.co.id/citations?user=CKYMU8AAAAAJ&hl=id https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/544 Mon, 28 Feb 2022 12:02:36 +0000 ANALISIS PROSES PENERBITAN DOKUMEN MUATAN BATU GRANIT KE KAPAL OLEH PT. BARRA ASEAN SHIPPING CABANG TANJUNG BALAI KARIMUN https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/545 <p>Proses Penanganan Dokumen muatan Batu Granit, dokumen muatan dibuat dari awal pemilik barang memberikan invoice dan packing list yang berisikan jumlah muatan dalam ton dan dalam kilo gram dan jumlah harga dalam ton maupun dalam kilo gram serta nama penerima barang atau penerima muatan yang akan dibawa oleh kapal, setelah dokumen lainya sudah dikira lengkap pihak agen akan mengakses data tersebut menggunakan aplikasi nama nya ceisa manifest. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan apa saja syarat-syarat dokumen muatan yang diterbitkan, dan mengetahui kendala apa saja saat menerbitkan dokumen yang terjadi adalah kesalahan kalkulasi jumlah muatan antara dokumen invoice dan laporan surveyor/LS. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kualitatif, teknik pengumpulan data dengan menggunakan data primer yaitu melalui observasi, wawancara dengan responden atau beberapa nara sumber dari dari pihak-pihak terkait yang berhubungan dengan penerbitan dokumen muatan kapal serta dokumentasi yang dilakukan di lapangan. Hasil penelitian yang di peroleh dalam penerbitan dokumen muatan perlu terlebih dahulu menerima dokumen dari pengirim barang /shipper berupa invoice, packing list, Laporan surveyor dan pajak daerah yang kemudian akan di berikan oleh perusahaan pelayaran untuk di terbitkan dokumen cargo manifest, Bill of Lading, PPFTZ dan surat persetujuan pengeluaran barang /SPPB, setelah semuanya telah di terbitkan dan di setujui oleh pihak Bea dan Cukai maka perusahaan pelayaran akan mengajukan penyegelan barang di kantor KBBC untuk segera di lakukan penyegelan muatan yang di saksikan oleh nakhoda, shipper dan pihak perusahaan pelayaran, apabila semua telah selesai baik itu dokumen muatan Invoice, Packing List, Cargo Manifes, Bill of Lading, Laporan Surveyor (LS), Pajak daerah, PPFTZ, SPPB dan berita acara penyegelan muatan.</p> Alyuan Dasira, Nisha Desfi Arianti, Mey Krisselni Sitompul, Yosi Prayoga Copyright (c) 2022 JURNAL JALASENA https://scholar.google.co.id/citations?user=CKYMU8AAAAAJ&hl=id https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/545 Mon, 28 Feb 2022 12:09:59 +0000 ANALISIS MANAJEMEN PENGELOLAAN ADMINISTRASI FISIK KAPAL PERIKANAN OLEH POS KERJA SYAHBANDAR MERAL DALAM RANGKA KESELAMATAN KAPAL BERLAYAR https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/546 <p>Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik penentuan informan menggunakan purposive<br>sampling. Informan dalam penelitian ini Kepala Posker Syahbandar Meral beserta stafnya, para nakhoda kapal perikanan<br>beserta agen kapal perikanan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi<br>dokumentasi dengan menggunakan pedoman wawancara. Teknik menguji keabsahan data dengan triangulasi sumber.<br>Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan.<br>Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan pengeloaan administrasi fisik kapal perikanan oleh Posker<br>Syahbandar Meral masih terdapat kendala diantaranya kurangnya jumlah petugas lapangan dalam melakukan pengawasan<br>terhadap kapal-kapal yang ada di wilayah kerjanya. Hal ini menyebabkan dibeberapa kondisi tertentu seringnya para petugas<br>harus saling bekerjasama untuk saling mengisi disaat pelabuhan ramai kunjungan dari kapal perikanan. Lalu agen kapal<br>perikanan yang biasanya melakukan pengajuan dokumen penerbitan SPB di Posker Syahbandar Meral di Kecamatan Meral<br>diwajibkan melakukan pembayaran PNBP di KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun yang lokasinya berada di Kelurahan<br>Tanjung Balai Kota, membuat jarak antar kedua tempat pengurusan dokumen yang terpaut jauh menyebabkan lambatnya<br>koordinasi dan mobilitas petugas dalam melakukan pengawasan.</p> Tri Mardalena, Mey Krisselni Sitompul, Rudi Copyright (c) 2022 JURNAL JALASENA https://scholar.google.co.id/citations?user=CKYMU8AAAAAJ&hl=id https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/546 Mon, 28 Feb 2022 12:16:24 +0000 ANALISIS MANAJEMEN PROSES PEMBUATAN TONGKANG DI PT. KARIMUN MARINE SHIPYARD https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/547 <p>Penelitian dilakukan di PT. Karimun Marine Shipyard pada bulan Oktober dengan melakukan wawancara terhadap sempel sebanyak 10 orang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. PT. Karimun Marine Shipyard merupakan galangan kapal dengan spesialisai dalam membangun, memperbaiki dan memelihara kapal laut, kapal tunda, dan tongkang. manajemen pembuatan tongkang yang kompleks yang mencakap operations plan, operations schedule, dan operations control. keterlambatan material terjadi dikarenakan kurangannya pembiayaan dari pihak owner dalam membiayai kontrak yang telah disetujui, selain itu adanya misscommication antara internal. Kurangnya kemampuan Mans Work (Tenaga Kerja) menjadi salah satu permasalahan didalam pembuatan tongkang. Terbatasnya persediaan alat penunjang pembangunan tongkang tersebut antara lain side shell plate, side longitudinal, chine round bar, chine plate,chine longitudinal stiffener, bottom plate, sideboard, dan manhole sangat diperlukan dalam pembangunan tongkang, khususnya dibagian Qaulity control dan quality assurance. Tarif docking perusahaan galangan kapal yang cendrung cukup mahal menurut komplen dari owner. Penerapan Information Communication Technology masih dalam proses perencanaan, perizinan dan penganggaran agar implementasi program Information Communication Technology dapat saling terintegrasi.</p> Mey Krisselni Sitompul, Tri Mardalena, Yusriadi Copyright (c) 2022 JURNAL JALASENA https://scholar.google.co.id/citations?user=CKYMU8AAAAAJ&hl=id https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/547 Mon, 28 Feb 2022 12:23:57 +0000 ANALISA PENGARUH HIDROFOIL DENGAN VARIASI PLANING HULL CHINE TERHADAP LAJU ALIRAN SPEEDBOAT https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/548 <p><em>A ship especially a fast ship with a small size when operated will experience a condition when the ship is stationary and moving at low speed, the fast ship (planing boat) has properties like a displacement hull. The problem that is often faced by ships so far is the problem of ship resistance or ship resistance. The ship's resistance can be reduced by varying the design of a slimmer hull shape and adding hydrofoil to the hull so that the friction of the hull with water can be significantly reduced. In principle, the greatest resistance of the ship lies in the surface area of ​​the skin of the hull under water or often called the wet surface area (WSA = Wetted Surface Area). This study aims to determine the effect of adding hydrofoil on the flow rate of variations in the number of chines. In carrying out this research the author uses the Computational Fluid Dynamic (CFD) method and the calculation uses the Savitsky method for the settlement of resistance from the research objectives. From the results of the analysis and simulations carried out on the ship model, the lowest resistance value in the planing hull 3 chine model the resulting resistance is 262.27 kN and with the addition of hydrofoil the resulting resistance is 254.43 kN with a difference ratio of 3.6% it can be concluded with the addition of hydrofoil for each number of chines, it shows a reduction in the value of resistance in each model of the ship that uses hydrofoil by showing that the resulting transition flow is smoother for each model from the front of the hull to the back of the hull.</em></p> <p>&nbsp;</p> Muhammad Anggara Pratama, Arif Winarno Copyright (c) 2022 JURNAL JALASENA https://scholar.google.co.id/citations?user=CKYMU8AAAAAJ&hl=id https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/jalasena/article/view/548 Wed, 02 Mar 2022 05:01:36 +0000